SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Sejarah PAUD di Indonesia
Pendidikan Anak Usia Dini dimulai pertama kali oleh Froebel pada abad ke 18 dan berkembang hingga abad ke 20 menjadi Taman Kanak-Kanak seperti saat ini. Di Indonesia, kindergarten dibawa oleh pemerintah Hindia Belanda yang menjadi tempat pendidikan untuk anak mereka. Kemudian dikembangkan lagi oleh Ki Hajar Dewantara yang dinamakan Taman Lare. Adanya sekolah Taman Lare terus berlanjut sampai zaman penjajahan Jepang di Indonesia.
Periode berikutnya adalah periode setelah kemerdekaan, periode ini terbagi menjadi lima periode.
a. Periode 1945-1965
Periode ini ditandai dengan berdirinya Yayasan Pendidikan Lanjutan Wanita. Yayasan tersebut mendirikan Sekolah Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak Nasional di Jakarta dan merupakan gerakan nasional dalam melawan kembalinya Belanda
Pada periode itu pula didirikan SPG-TK Nasional di Jakarta dengan pemberian subsidi pengembangannya yang terus berlanjut sehingga pengembangannya sampai ke luar Pulau Jawa. Pada tahun 1957 berdiri Gabungan Organisasi Penyelenggara TK
Indonesia (GOPTKI) melaksanakan kongres pertamanya pada tahun 1959. Pada awal tahun 1960-an mulai didirikan TK yang berstatus negeri.
b. Periode 1965-1998
Ditandai dengan diperkenalkannya silabus kurikulum baru tahun 1968. Pada bulan
November 1968 pemerintah Indonesia bekerja sama dengan UNICEF dalam bentuk menyediakan konsultan dan pendanaan untuk penataran guru dan administrator pendidikan di tingkat TK. Pada tahun 1970 mulai dijamin kerjasama nyata antara pemerintah dengan GOPTKI, IGTKI, dan PGRI.
c. Periode 1998-2003
Pada periode ini pemerintah mulai mendukung berkembangnya PAUD
jalur pendidikan nonformal dalam bentuk kelompok bermain, taman penitipan anak, dan satuan PAUD sejenis dalam bentuk pengintegrasian layanan PAUD dengan Posyandu. Melalui dukungan Bank Dunia pada 1998-2004 pemerintah merintis program pengembangan anak usia dini di empat provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten, Bali, dan Sulawesi Selatan.
d. Periode 2003-2009
Pada tahun 2003 diselenggarakan Seminar dan Lokakarya Nasional di IKIP Bandung. Pada tahun 2005 berdiri organisasi profesi, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD Indonesia
(HIMAPAUDI). Pada tahun 2004-2009 program PAUD menjadi salah satu dari 10 prioritas Depdiknas hingga PAUD menjadi salah satu program pendidikan Indonesia.
e. Periode 2010 – Sekarang
Pada periode ini ditandai dengan kebijakan penggabungan pembinaan PAUD formal dan
nonformal di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUDNI) melalui PP No. 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana diubah dangan PP No. 67 Tahun 2010. Pada perjalanan sejarah pembinaan PAUD di Indonesia, akhirnya sebagai karakteristiknya yang meliputi TK, RA, KB, TPA, Satuan PAUD Sejenis serta PAUD berbasis keluarga atau lingkungan.
Nim:209220016